5 Fakta Kasus Narkoba Reza Artamevia Untuk Yang Kedua Kalinya

Kasus Narkoba Reza Artamevia


Tes urine artis Reza Artamevia positif untuk amfetamin. Polisi pun mengungkap fakta baru tentang Reza yang terlibat kasus narkoba.

Reza bukan kali pertama berhadapan dengan polisi. Pada 2016, Reza diamankan di sebuah hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat, bersama Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah, pada Minggu malam, 28 Agustus 2016.

Saat itu tes urine Reza juga positif. Dan penangkapan terakhir ini, Reza menghadapi kasus hukum yang sama untuk kedua kalinya.

Fakta baru terungkap kali ini, Reza menggunakan sabu saat terjadi pandemi Corona. Dia juga telah menggunakan metamfetamin kristal selama 4 bulan terakhir.

“Dia pakai sabu kurang lebih 4 bulan saat terjadi pandemi COVID-19 karena sering di rumah,” kata Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/2). 9/6/2020).

Berikut 5 Fakta Kasus Narkoba Reza Artamevia:

1. Gunakan Sabu selama pandemi Corona

Reza Artamevia ditangkap bersama dua orang lainnya. Terkait hasil tiga tes urine tersebut, Yusri mengatakan hanya Reza yang positif mengidap narkoba.

“Ketiganya pernah tes urine, dua negatif, RA yang bersangkutan positif amfetamin,” kata Yusri.

Yusri mengungkapkan, Reza sudah menggunakan narkoba sabu selama 4 bulan terakhir. Reza, kata polisi, sering menggunakannya karena sering berada di rumah saat pandemi.

“Dia pakai sabu kurang lebih 4 bulan saat terjadi pandemi COVID-19 karena sering tinggal di rumah,” jelas Yusri.

2. Reza Artamevia membeli 0,78 gram Sabu Rp 1,2 juta

Dari hasil penangkapan Reza Artamevia, polisi menyita barang bukti sabu seberat 0,78 gram saat menangkap artis Reza Artamevia. Metamfetamin itu dibeli seharga Rp. 1.2 juta.

"Dia beli Rp 1,2 juta, 1 klip beratnya 0,78 gram. Kami masih pantau sabu di laboratorium," kata Yusri.

Yusri juga menjelaskan penangkapan Reza berawal dari pemberitaan masyarakat tentang transaksi narkoba. Tim kemudian menangkap Reza Artamevia di sebuah restoran pada Jumat (4/9).

“Lalu kami meyakinkan orang yang bersangkutan bahwa kami akan melakukan penggeledahan di rumahnya. Saat penangkapan dilakukan, ada 1 klip sabu. Kemudian kami melakukan penggeledahan di kediaman di Cirendeu, Tangsel. Di dalam rumahnya ada satu bong dengan alat hisap, yang dipakai korek api, ”kata Yusri.

3. Buronan Polisi Buru Bandar Sabu

Reza Artamevi dinyatakan positif menggunakan obat berdasarkan hasil urinalisis. Dalam kasus ini, polisi menugaskan pedagang atau pedagang sabu, Reza Artamevia, ke dalam daftar buronan (DPO).

Polisi mengatakan hingga saat ini mereka terus mengejar pelaku trafficker berinisial F.

“Kami masih kejar F ini, mudah-mudahan segera menemukannya,” kata Yusri.

Disebutkan bahwa F bukanlah tokoh masyarakat, melainkan warga negara biasa yang berprofesi sebagai pedagang sabu. Saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk menangkap F.

“Kami masih mengejar, jadi kami masih menyelidiki yang bersangkutan dan saksi lainnya. Padahal, ada 2 saksi yang diperiksa pada saat penangkapan, dan kami masih mengejar mereka,” imbuh Yusri.

4. Permintaan Maaf Berdoa

Dalam jumpa pers yang digelar di Polda Metro Jaya, Reza menyampaikan permintaan maafnya terutama kepada kedua anaknya dan keluarga besarnya. Ia pun meminta agar perbuatannya tidak ditiru siapa pun.

Diakui Reza, kejadian ini akan menjadi pelajaran berharga baginya.

Izinkan saya, Reza Artamevia, untuk mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan permintaan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada anak-anak saya Zahwa dan Aliya, orang tua saya omi dan papa atau abi, adik-adik saya, keluarga besar saya, guru-guru saya, teman-teman dan kerabat dan tentunya Kepada semua pihak yang selalu mendukung dan membantu karir menyanyi saya, ”kata Reza.

5. Diancam dengan 12 tahun penjara

Akibat perbuatannya tersebut, Reza Artamevia didakwa dengan banyak pasal. Dia menghadapi hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Dari hasil urinalisis, Reza Artamevia dinyatakan positif menggunakan metamfetamin. Dalam kasus ini, polisi mendapatkan 0,78 gram sabu kristalin. Metamfetamin kristal dibeli oleh Reza Artamevia seharga Rp. 1.2 juta.

Pasal yang diduga menarik, karena masih kita pelajari, pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama. 12 tahun penjara, "katanya. Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (9/6/2020).

Selain itu, kata Yusri, polisi masih mengejar pengedar narkoba terhadap Reza. Dealer tersebut diketahui berinisial F dan statusnya masih buron atau masuk daftar pencarian (DPO).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Fakta Kasus Narkoba Reza Artamevia Untuk Yang Kedua Kalinya"

Posting Komentar